Carian Anda

Selamat Datang...

Dengan lafaz Bismillah saya mulakan bicara...
Doakan semoga dikurniakan ilham dan kemudahan...

Musim untuk mengumpul duit. Mari mula menabung.

Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Tuesday, August 10, 2010

Ramadhan & Quran (revisited)


“ A’udhubillah min asy-syaiton ar-rajim. Bismillah ar-rahman ar-rahim”, I begin reciting the noble Quran in front of me. Others in the same halaqoh with me were listening to my recitation carefully.

Alhamdulillah… Thanks to Allah for the opportunity to continue joining tadarrus al-Quran for this Ramadan. Hope He will also give me the strength to keep consistent with it.

Ramadan and the noble Quran can not be separated. Both of them have been mention in the Kalamullah, in the same verse.

"The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down as a (pure source of) guidance for mankind. In it is clear teaching showing the right way and the criterion (for judging truth and falsehood)"
Al-Baqarah (2) : 185



Allahu Akbar… Allah has actually told us the exact month when He sent down His word of guidance to us. Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat had said that:

“There is no other month among 12 months in Islamic calendar that has been mention in the noble Quran accept for Ramadan. It is a big honour for Ramadan as its name was inserted in the Quran which has 6,236 verses. And the main focus of Ramadan in that verse is “which the Quran was sent down”. This means that other things during Ramadan (like Tarawih Prayer, the way of performing Witir Prayer) are in the second places. “ (free translate by ainuddin from Harakah)


Subhanallah… Even more important than Tarawih Prayer, Witir Prayer and other sunnah. And it is because “In it is clear teaching showing the right way and the criterion (for judging truth and falsehood)”.


Not only that, Allah also prepared an amazing incentive and reward to whomever that reading His Book. Prophet Muhammad s.a.w. said that:


"Whoever reads a letter from the Book of Allah, he will have a reward. And that reward will be multiplied by ten. I am not saying that "Alif, Laam , Meem" is a letter, rather I am saying that "Alif" is a letter, "laam" is a letter and "meem" is a letter. So increase your recitation of the Quran to gain these merits, and to gain the following merit as well."

At-Tarmidhi


Ya Allah…. It is a promotion from Allah. It just likes a mega sale. Buy 1 get 10 rewards. And it is not just a small reward, but it is a valuable one or even more! Great, right? Only person that are not interested at all will leave it. Person who do not have heart fot it, and who do not connected in any ways with it. Shamed on me if I did not take the chance, right?

Also, Prophet Muhammd s.a.w. once said:


"Verify the one who recites the Quran beautifully, smoothly and precisely, he will be in the company of the noble and obedient angles. And as for the one who recites with difficulty, stammering or stumbling through its verse, then he will have twice that reward"
Al-Bukhari and Muslim


Allah… The Most Gracious and the Most Merciful… It is definitely no lose situation for anybody who read the Quran and take the guidance from it.


SpokePerson

"What will convey to you what the Day of Judgement is? Again! What will convey to you what the Day of Judgement is? It is the Day when a self will have no power to help any other self in any way. The command that Day will be Allah's alone"
Al-Infitar (82) : 17-19


Absolutely no person or anybody can help others when the Day of Judgment has come. No parent can help their children despite how much the parent loves them. The same goes with the children. Also for friends even the closest one. Everyone is on their own on that day.

However Prophet Muhammad (peace be upon him) had said:

Abdullah ibn 'Amr reported that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: "The fast and the Quran are two intercessors for the servant of Allah on the Day of Resurrection. The fast will say : 'O Lord, I prevented him from his food and desires during the day. Let me be intercede for him.' The Quran will say: 'I prevented him from sleeping at night. Let me intercede for him'. And their intercession will be accepted"
Ahmad


Subhanallah…

How fascinated and great to know, right now, during thid noble month of Ramadan, we are able to prepare 'someone' to help us during that day. ‘Someone' that can stand by our side and become our spokesperson, pleading, begging, pleading and beseeching for us in front of the Almighty. Like a lawyer standing on our behalf, interceding for us during that Day.

So my friends, let us grab this chance that Allah has given to us during this noble month of Ramadan. With the Ramadan that remains, let us fill our Ramadan and beautify our fasting and read the Quran so this Ramadan wiil be our best Ramadan ever.

"ALLAH, on this day, take me closer towards Your pleasure, keep me away from Your anger and punishment, grant me the opportunity to recite Your verse (of the Quran), by Your mercy, O the most Merciful.

Allah, on this day, grant me wisdom and awareness, keep me away from foolishness and pretension, grant me a share in every blessing You send down, by Your generosity, O the most Generous

ALLAH, strengthen me in carrying out Your commands, let me taste the sweetness of Your remembrance, grant me, through Your graciousness, that I give thanks to You. Protect me, with Your protection and cover, O the most discerning of those who see

O ALLAH, on this day, make my fasts worthy of appreciation and acceptance, according to what pleases You, and pleases the Messenger, the branches being strengthened by the roots, for the sake of our leader, Muhammad, and his purified family. Praise be to ALLAH, the Lord of the worlds.
Ameen... ameen... Ya Rabbal 'alameen..."


Perkongsian darimu, bermakna buatku.
Terima kasih.

Wednesday, December 23, 2009

Bertapa Jangan Lama-lama...

"Lame bertapa...", tegur seorang sahabat.

Saya hanya tersengih.

'Tu lah, mase takde nak ade. Bile ade tak nak jage', rungut saya sendiri di dalam hati.

"Insya Allah nanti update la... Tapi... Ade ke yang bace?", saya bertanya padanya. Seakan-akan ingin membenarkan perlakuan diri.

"Abis, kalo takde tak payah update la? Ko menulis di blog ini untuk ape?", tanyanya semula. Membawa saya memikirkan kembali tujuan asal menulis di blog ini.

Dan saya tersengih lagi. Sendiri...

Kepada diri...

Mengingat kembali bahawa salah satu sebab yang membuat saya membuka dan menulis di blog ini adalah untuk melatih komitmen dan disiplin diri. Pada ruang yang ada dalam perlakuan memberi dan berkongsi.

"Huuuh...", saya mengeluh panjang. Menggeleng-geleng saya pada kealpaan sendiri.

Terima kasih buat sahabat yang sudi menjadi pengingat sepanjang perjalanan membaiki diri ini. Dalam sebuah ekspidisi menuju Ilahi.


Masih Menulis

Walaupun dalam tempoh 'pertapaan' yang panjang ini, saya masih lagi terus menulis. Akan tetapi semuanya sekadar tersimpan diam dalam simpanan. Sehingga ada yang melangkaui 'expired date' dan memerlukan penyuntingan sebelum ditempelkan di sini.

InsyaAllah, saya akan mula kembali berkongsi di sini.

Sesungguhnya istiqamah (atau pun istilah yang biasa digunakan di dalam buku teks sains iaitu konsisten) amatlah berat sekali.


“Apa yang telah menjadikan engkau tua beruban?”, tanya sahabat kepada baginda SAW. “Aku telah diubankan (dituakan) oleh Surah Hud…”, kata Baginda SAW dalam sepotong hadith yang direkod dari Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.


Itulah beban surah Hud, surah yang memperkatakan tentang istiqamah, bahawa setelah hati dihuni iman, hidup bersama iman dan akhirnya mati dengan iman.

Sehingga Baginda SAW naik beruban kerana memikirkannya. Apatah lagi saya ini yang sekadar didiami oleh hati yang sering berbolak-balik...

Maka, RUKUN ISTIQAMAH lah yang perlu dijadikan pegangan. Tiada andaian-andaian yang dapat membantu seseorang itu untuk beristiqamah, melainkan harus patuh kepada rukun-rukunnya seperti yang disuluhkan Allah di dalam surah Hud.

Rukun Pertama : Jangan melampau dalam beragama
Rukun Kedua : Jangan cenderung kepada golongan yang zalim
Rukun Ketiga : Dirikan solat
Rukun Keempat : Bersabarlah

Ya, inilah yang perlu saya jaga dengan sebaik-baiknya...

Ya Allah...
Alangkah berat sungguh pengucapan istiqamah ini...
Semoga Kau memberikan aku kekuatan Ya Allah...


(112) Oleh itu, hendaklah engkau (Wahai Muhammad) sentiasa teguh berdiri di atas jalan yang betul sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan hendaklah orang-orang yang rujuk kembali kepada kebenaran mengikutmu berbuat demikian; dan janganlah kamu melampaui batas; Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.

(113) Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang berlaku zalim maka (kalau kamu berlaku demikian), nescaya Neraka akan menyambarmu kepadanya, sedang kamu tidak ada sebarang Penolong pun yang lain dari Allah. Kemudian (dengan sebab kecenderungan kamu itu) kamu tidak akan mendapat pertolongan.

(114) Dan dirikanlah solat, pada dua bahagian siang (pagi dan petang), dan pada waktu-waktu yang berhampiran dengannya dari waktu malam. Sesungguhnya amal-amal kebajikan itu menghapuskan kejahatan. Perintah-perintah Allah yang demikian adalah menjadi peringatan bagi orang-orang yang mahu beringat.

(115) Dan sabarlah, sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

Perkongsian darimu, berharga buatku.
Terima kasih.

Saturday, September 19, 2009

Separuh Masa Kedua Ramadhan Ini



Alhamdulillah... Allah masih memanjangkan umur ini untuk terus menyempurnakan Ramadhan kali ini. Hari ini adalah hari terakhir Ramadhan bagi tahun 1430H ini. Semoga segala amalan akan diterima oleh Allah.

Malam Ramadhan ke-28 yang lalu telah selamat diadakan majlis khatam Quran di masjid berdekatan. Alhamdulillah, kami peserta-peserta tadarus Al-Quran telah menyempurnakan 30 juz Al-Quran beberapa hari sebelum majlis berkenaan.

Dan jumlah kehadiran saya adalah 19/26.

7 malam saya tidak dapat bersama-sama.

7 malam yang pelbagai dengan cerita.



Iktikaf Perdana

Masjid tersebut juga turut mengadakan Iktikaf perdana selama satu hari, bermula dari malam Ramadhan ke-27 hinggalah ke malam Ramadhan ke-28. Namun, saya tidak berkesempatan untuk mengikutinya...

Turut sama diadakan sedikit pameran kesedaran untuk jemaah masjid yang hadir bersolat. Pameran bagi memperingati kesusahan yang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestin, bumi Anbiya'.


Iktikaf dan pameran ini adalah anjuran Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Negeri Sembilan dengan kerjasama pihak masjid. Tahniah saya ucapkan kepada pihak penganjur atas usaha murni ini.


Tazkirah yang disampaikan oleh T. Pengerusi ISMA N.S
sebelum solat isya' dan tarawih



Memburu Lailatul Qadr



Harapan


Semoga Allah Subhanahu wa Ta’aala menerima baik segala ibadah dan kebajikan yang dilakukan di sepanjang bulan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baik penerimaan serta ganjaran. Mudah-mudahan kita semua dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya, ameen.


Selamat Menyambut Hari Raya Aidilfitri 1430H.


Perkongsian darimu, bermakna buatku.
Terima kasih.

Tuesday, September 1, 2009

Ramadhan and Quran



“ A’udhubillah min asy-syaiton ar-rajim. Bismillah ar-rahman ar-rahim”, I begin reciting the noble Quran in front of me. Others in the same halaqoh with me were listening to my recitation carefully.

Alhamdulillah… Thanks to Allah for the opportunity to continue joining tadarrus al-Quran for this Ramadan. Hope He will also give me the strength to keep consistent with it.

Ramadan and the noble Quran can not be separated. Both of them have been mention in the Kalamullah, in the same verse.


"The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down as a (pure source of) guidance for mankind. In it is clear teaching showing the right way and the criterion (for judging truth and falsehood)"
Al-Baqarah (2) : 185


Allahu Akbar… Allah has actually told us the exact month when He sent down His word of guidance to us. Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat had said that:


“There is no other month among 12 months in Islamic calendar that has been mention in the noble Quran accept for Ramadan. It is a big honour for Ramadan as its name was inserted in the Quran which has 6,236 verses. And the main focus of Ramadan in that verse is “which the Quran was sent down”. This means that other things during Ramadan (like Tarawih Prayer, the way of performing Witir Prayer) are in the second places. “ (free translate by ainuddin from Harakah)


Subhanallah… Even more important than Tarawih Prayer, Witir Prayer and other sunnah. And it is because “In it is clear teaching showing the right way and the criterion (for judging truth and falsehood)”.


Not only that, Allah also prepared an amazing incentive and reward to whomever that reading His Book. Prophet Muhammad s.a.w. said that:


Whoever reads a letter from the Book of Allah, he will have a reward. And that reward will be multiplied by ten. I am not saying that "Alif, Laam , Meem" is a letter, rather I am saying that "Alif" is a letter, "laam" is a letter and "meem" is a letter. So increase your recitation of the Quran to gain these merits, and to gain the following merit as well.
At-Tarmidhi


Ya Allah…. It is a promotion from Allah. It just likes a mega sale. Buy 1 get 10 rewards. And it is not just a small reward, but it is a valuable one or even more! Great, right? Only person that are not interested at all will leave it. Person who do not have heart fot it, and who do not connected in any ways with it. Shamed on me if I did not take the chance, right?

Also, Prophet Muhammd s.a.w. once said:


"Verify the one who recites the Quran beautifully, smoothly and precisely, he will be in the company of the noble and obedient angles. And as for the one who recites with difficulty, stammering or stumbling through its verse, then he will have twice that reward"
Al-Bukhari and Muslim


Allah… The Most Gracious and the Most Merciful… It is definitely no lose situation for anybody who read the Quran and take the guidance from it.




SpokePerson

"What will convey to you what the Day of Judgement is? Again! What will convey to you what the Day of Judgement is? It is the Day when a self will have no power to help any other self in any way. The command that Day will be Allah's alone"
Al-Infitar (82) : 17-19


Absolutely no person or anybody can help others when the Day of Judgment has come. No parent can help their children despite how much the parent loves them. The same goes with the children. Also for friends even the closest one. Everyone is on their own on that day.

However Prophet Muhammad (peace be upon him) had said:


Abdullah ibn 'Amr reported that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: "The fast and the Quran are two intercessors for the servant of Allah on the Day of Resurrection. The fast will say : 'O Lord, I prevented him from his food and desires during the day. Let me be intercede for him.' The Quran will say: 'I prevented him from sleeping at night. Let me intercede for him'. And their intercession will be accepted"
Ahmad


Subhanallah…

How fascinated and great to know, right now, during thid noble month of Ramadan, we are able to prepare 'someone' to help us during that day. ‘Someone' that can stand by our side and become our spokesperson, pleading, begging, pleading and beseeching for us in front of the Almighty. Like a lawyer standing on our behalf, interceding for us during that Day.

So my friends, let us grab this chance that Allah has given to us during this noble month of Ramadan. With the Ramadan that remains, let us fill our Ramadan and beautify our fasting and read the Quran so this Ramadan wiil be our best Ramadan ever.


"ALLAH, on this day, take me closer towards Your pleasure, keep me away from Your anger and punishment, grant me the opportunity to recite Your verse (of the Quran), by Your mercy, O the most Merciful.

Allah, on this day, grant me wisdom and awareness, keep me away from foolishness and pretension, grant me a share in every blessing You send down, by Your generosity, O the most Generous

ALLAH, strengthen me in carrying out Your commands, let me taste the sweetness of Your remembrance, grant me, through Your graciousness, that I give thanks to You. Protect me, with Your protection and cover, O the most discerning of those who see

O ALLAH, on this day, make my fasts worthy of appreciation and acceptance, according to what pleases You, and pleases the Messenger, the branches being strengthened by the roots, for the sake of our leader, Muhammad, and his purified family. Praise be to ALLAH, the Lord of the worlds.
Ameen... ameen... Ya Rabbal 'alameen..."




Perkongsian darimu, bermakna buatku.
Terima kasih.

Thursday, July 16, 2009

Mari Mengaji...

Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil.
Surah Al-Muzzammil (72) : 4


Bab tartil dalam bacaan iaitu kejelasan huruf-hurufnya dan kecermatan dalam melakukannya agar ia lebih membawa kepada kefahaman maknanya.
(Fath Al-Bari, Kitab Fada'il Al-Quran)
Imam Ibn Hajar Al-'Asqalani


Rumah

Di sinilah menjadi tempat pertama saya mengenal huruf alif ba ta hinggalah ya.. Dihadapan ibu saya sendiri. Dialah yang mengajar saya membaca Al-Quran. Tidak mahu dikontrakkan pengajian saya yang ini kepada mana-mana ustaz mahupun ustazah. Ibu saya mahu melakukannya sendiri. Walau sesibuk mana sekali pun dia.

Kerana itu adalah ikrarnya kepada diri...

Saya pun tidak berapa mengingati pada umur berapa saya mula memegang Muqaddam dan Iqra' di hadapan ibu saya, namun dengan bekas tangannya, saya mampu untuk membaca Al-Quran ketika di darjah 1 dan khatamkannya ketika di darjah 3. Saya benar-benar bersyukur dikurniakan ibu yang begitu komited menjadikan anaknya ini mampu untuk membaca Al-Quran.

Alhamdulillah...

Namun, jalan yang dilalui bukanlah mudah. Waktu mengaji semasa belajar dengan ibu saya adalah antara waktu maghrib dengan isya' SETIAP HARI. Saya pernah dirotan, disebat dan dijerit malah saya juga pernah dicili dengan cili api gara-gara mahu 'lari' dari rutin ini. Sudahlah mahu lari, melawan pula lagi. Memang padanlah cili api itu hinggap ke muka...

Alhamdulillah...

Bertuah rasanya mempunyai ibu yang bersungguh mengalirkan nyaman ilmu yang dimilikinya ke dalam diri anaknya ini...


Sebaik-baik kamu sesiapa yang belajar Al-Quran dan mengajarnya.
HR Bukhari


Sekolah

Di sinilah pula medan saya memperbetulkan cara bacaan saya dan belajar mengenai ilmu tajwid dalam keadaan yang lebih terperinci dan tersusun disamping mempelajari ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan pengajian Al-Quran Al-Karim. Dihadapan ustaz-ustazah yang lebih berpengetahuan ini saya ditegur, diajar dan dibimbing untuk membaca dengan lebih baik.

Terima kasih buat semua ustaz dan ustazah. Jazakallah...

Majlis Khatam Quran ketika di Sekolah Rendah Agama Rahmaniah, Kajang.



Ketika di tingkatan 5, saya pernah mengikuti Kelas Kemahiran Al-Quran (KKQ) yang dibimbing oleh ustaz di sekolah saya yang juga merupakan guru pembimbing bagi kumpulan nasyid sekolah. Dengan kuasanya, dia telah mewajibkan setiap ahli nasyid untuk mengikuti kelas ini.

Di kelas yang dilakukan di luar waktu persekolahan untuk pelajar-pelajar asrama ini, saya belajar mengenai pengajian Al-Quran dengan lebih mendalam. Sejarah Al-Quran, jenis-jenis huruf, tempat keluar huruf, cara bacaan imam-imam yang tujuh, tafsir dan tarannum antara yang saya pelajari di kelas ini. Malah saya pernah mengambil ujiannya. Memang susah....

Kerana belum nampak lagi pentingnya ilmu-ilmu ini, saya mengikuti kelas ini hanya sekadarnya sahaja. Terasa pula ruginya sekarang..

Teringat saya akan satu kisah di bulan Ramadhan sewaktu di tingkatan 5 dahulu. Peristiwa yang berlaku antara saya dan seorang lagi rakan saya itu sungguh indah dirasakan...


"Arep, ko dah habis blom?".

"Blom lg, tp aku dah masuk juzu' 30".


"Aku pun samalah. Jom kita khatamkan sama-sama malam ni".


"JOM!".

"Ok, bace smpai surah Al-Lail. Malam nanti kite bace surah Adh-Dhuhaa sampai habis same-same".


"Ok".


Indahnya bersahabat kerana Allah...


Masjid Sungai Ramal Luar, Kajang

Di sinilah saya mula berjinak-jinak dengan majlis tadarrus Al-Quran yang diadakan setiap kali hadirnya Ramadhan. Saya bersama-sama rakan-rakan yang lain serta pakcik-pakcik yang dilantik untuk mengendalikan tadarrus bahagian kanak-kanak, membaca Al-Quran bergilir-gilir sambil membetulkan mana yang salah.

Terasa begitu hidup dan terisi Ramadhan yang dilalui. Dan saya merindui suasananya yang dulu itu. Semuanya saya ikuti sehinggalah saya berpindah ke Seremban dan mula memasuki asrama di sekolah, matrikulasi dan iniversiti. Dan ketika di asrama-asrama ini, saya mencari-cari majlis seperti ini. Jika ada pasti tidak akan saya lepaskan.

Perasaan rindu itu sentiasa ada....

Matrikulasi

Tiada kelas yang spesifik sewaktu saya di matrikulasi. Pembelajaran mengenai pengajian Al-Quran hanya disentuh sedikit ketika kelas pengajian Agama Islam. Namun, pernah juga saya bertemu dengan ustaz untuk bertanyakan berkenaan masalah tajwid dan cara bacaan Al-Quran yang betul di beberapa tempat yang meragukan saya.

Alhamdulillah... Kerana ketika di sini, saya tergolong dalam kelompok yang istiqomah mengikuti majlis tadarrus Al-Quran yang dianjurkan sepanjang bulan Ramadhan. Terasa kelainannya apabila membaca sambil disemak oleh rakan-rakan lain berbanding ketika membaca sendirian.

Teringat juga satu peristiwa sewaktu kelas Bahasa Inggeris yang mana kami dipisahkan kepada beberapa kumpulan. Kemudian, kami diminta memberikan 5 ciri-ciri pasangan hidup yang menjadi idaman dan membentangkannya.

Dan secara tiba-tiba guru Bahasa Inggeris saya itu bertanyakan soalan kepada saya...


"Arif! Tell us one of the most important characteristic that your future wife should had".

".... She can teach our children how to read Quron.."

Rakan-rakan sekelas bertepuk tangan sambil tersenyum-senyum mendengar jawapan saya. Dan guru saya mengangguk-angguk... Dan saya pula, memang bermaksudkannya. Tidak saya sangkakan jawapan spontan saya itu mendapat perhatian dari seluruh kelas.


Universiti


Sepanjang tahun satu di universiti, tiada pengajian Al-Quran yang diadakan dan dapat saya ikuti. Pengajian agama yang di adakan di surau kolej kediaman Indah Permai oleh Ustaz Sarip Adul dan Ustaz Issraq tidak di dalam bahagian pengajian Al-Quran. Saya benar-benar risau dengan tahap bacaan saya. Di tahun dua, ada diadakan pengajian tajwid di surau itu, tetapi ia bertembung dengan kelas Bahasa Arab saya. Maka, ia terpaksa saya lepaskan.

Pernah juga beberapa kali Ustaz Issraq menegur keadaan kebanyakan orang yang tidak betul dalam bacaan surah Al-Fatihah, dan mereka ini tidak mahu berjumpa dengan ustaz-ustaz untuk membetulkannya. Terkesan dengan kata-katanya, saya pernah berjumpa dengannya semata-mata untuk menyemak bacaan surah Al-Fatihah saya.

Ketika Ramadhan di tahun pertama, tiada majlis tadarrus diadakan. Mungkin ada, tetapi saya yang tidak menemuinya. Ketika Ramadhan di tahun dua pula, saya ada mengikuti majlis tadarrus Al-Quran yang dianjurkan oleh jawatankuasa surau KKIP, namun saya seringkali terlepasnya kerana kelas malam.

Apabila berpindah ke Kolej Kediaman AB pada tahun tiga, keadaan mula berubah. Kelas Tajwid Ustaz Hj Parmin merupakan antara kelas yang dianjurkan oleh masjid yang menjadi kegemaran saya.

'Ya Allah... Banyak lagi yang perlu aku perbaiki rupanya'. Itulah yang saya rasakan setiap kali tamatnya kelas. Tarmizie adalah teman yang setia mengikuti kelas tersebut bersama saya.

Di tahun empat pula, Ustaz Razali menggantikan Ustaz Parmin. Walau pun saya kadang-kala sahaja mengikuti kelas yang kadang-kala diadakan itu, namun ia banyak membantu.


Kini

Saya masih mencari kelas pengajian Al-Quran. Inilah antara ilmu yang saya rasakan perlu dipelajari secara berterusan. Jika bukan sebagai penambah, ia berperanan sebagai pengingat.

Dan kini saya sedang mengikuti Tilawah Al-Quran Peringkat Kebangsaan Kali Ke-52 yang diadakan di Dewan Canselor Universiti Teknologi Petronas. Antara yang menarik perhatian saya ketika majlis perasmiannya tiga hari yang lalu adalah ketika dijemput tiga orang yang tidak dikurniakan nikmat penglihatan untuk naik ke atas pentas dan membaca Al-Quran...

MasyaAllah...



Jadi, bagaimana pula dengan anda...



Perkongsian darimu, bermakna buatku.
Terima kasih.

Wednesday, December 24, 2008

Allah Berbicara Kepadamu Tentang Kasih-sayang



Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Surah Luqman (31) : 18 & 19


Daripada Thauban r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sekumpulan daripada umatku akan berterusan menzahirkan kebenaran. Walaupun terdapat orang yang mengecewakan (tidak membela dan menolong) mereka, sehinggalah tiba hari kiamat, mereka tetap dalam keadaan sedemikian."
HR Bukhari


Abu Hurairah melaporkan Rasulullah bersabda, "Allah yang mulia dan tinggi berkata, 'Aku seperti yang disangka oleh hambaku dan aku sentiasa bersamanya setiap kali dia mengingatiku. Demi Allah, Allah benar-benar gembira menerima taubat hambanya, lebih gembira daripada saudara yang menjumpai barangnya yang hilang di padang pasir. Siapa yang datang dekat kepadaku sejengkal, aku datang dekat kepadanya sehasta. Siapa yang datang dekat kepadaku sehasta, aku datang dekat kepadanya sedepa. Apabila dia datang berjalan kepadaku, aku datang berlari-lari kepadanya.'"
HR Bukhari & Muslim


Abu Hurairah melaporkan, Nabi Muhammad pernah bersabda, "Percayalah, pada Hari Kiamat nanti Allah akan berkata, 'Mana dia orang-orang yang saling kasih-mengasihi demi keagunganku? Pada hari ini mereka itu akan kuberi naungan, sedangkan pada hari ini tiada naungan kecuali naunganku.'"


Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
Surah Al-A'raaf (7) : 23











Perkongsian darimu, bermakna buatku.
Terima kasih.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Picture

Picture